Setetes air, vital untuk hidup. Terasa ringan tapi bermakna dalam. Sebongkah kalimat tersebut mengingatkan kita untuk memahami betapa pentingnya air untuk kehhidupan kita. Air merupakan senyawa yang penting untuk kehidupan di planet bumi. Dan sementara tidak untuk planet lain. Bola bulat dengan ukuran raksasa tempat kita berpijak ini telah tertutup air hampir mencapai 71%. Namun dengan jumlah sebesar itu kita belum bisa memanfaatkan secara optimal. Padahal sumber daya air banyak sekali manfaatnya.
Kalau kita lihat dari kaca mata biologi,air memiliki sifat-sifat penting untuk adanya kehidupan. Semua makluk hidup telah diketahui memilliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang paling pentinguntuk makluk hidup dan merupakan bagian yang penting untuk proses metabolisme. Kemudian hasil metabolism tersebut kita gunakan untuk sumber energy.
Dalam urutan kebutuhan dasar manusia berdasarkan teori A.Maslow, air mempunyai kedudukan yang penting setelah oksigen yang kita gunakan untuk bernafas.
Tubuh manusia sendiri terdiri dari 55 s/d 78 % air. Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh memerlukan antara 1 sampai 7 liter air setiap hari agar terhindar dari dehidrasi.
Mengingat betapa pentingnya air, perlakuan manusia terhadapnya sama sekali tidak sebanding. Sadar gak kalian kalau kita juga turut andil didalamnya??.. Memang sangat ironis. Ia sangat dibutuhkan, tetapi banyak yang mengabaikan kualitas dan kuantitasnya.
Memang benar bahwa manusia itu makhluk yang unik dan kreatif. Akan tetapi kadang ia tidak berfikir panjang. Banyak pabrik dibangun disana-sini, lantas limabah hasil produksi lari kemana? Ya ke sungai teman-teman……
Telah dilansir bahwa WHO mencatat 1.500 meter kubik lebih air limbah diproduksi dunia setiap harinya. 80 % dari angka tersebut tidak dilakukan daur ulang. Sehingga ia tetap beerkeliaran di muka bumi sebagai air yang tercemar. Nah loo… Padahal sejatinya air limbah tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sumber energy dan irigasi.
Selain itu, adanya pemukiman padat penduduk serta pembuatan sumur yang tidak memperhitungkan jarak septic tank juga akan mencemari air sumur.
Ternyata tidak hanya dari segi kualitas saja. Kuantitas air di muka bumi ini juga mengalami penurunan drastis. Salah satu yang berkaitan dengan hal ini adalah adanya global warming. Krisis air telah kita rasakan yang mana ditandai dengan kekeringan di musim kemarau. Serta banjir di musim hujan.
Pencemaran air makin hari,makin menjadi-jadi. Sementara pasokan air bersih di muka bumi semakin menipis. Kolaborasi yang lengkap untuk melahirkan sesuatu yang sangat menyeramkan, yaitu berbagai penyakit. Manusia kalau sudah penuh dengan penyakit, mau kemana lagi? Yaa kembali kepada sang pencipta…. Haruskah kita tidak menikmati hidup ini dengan optimal kawan??
Ada yang menyebutkan bahwa 884 juta orang di seluruh dunia ini tidak memiliki akses terhadap air bersih. Sebagian besar dari mereka hidup di afrika. Tidak hanya itu, kondisi air di lingkup asia ini ternyata sangat memprihatinkan. Sungai- sungai yang paling tercemar di dunia ini adalah sungai di asia. Oh my God……
Untuk itu, upaya konservasi air sangat kita butuhkan . tidak hanya untuk kita, tapi fikirkanlah anak cucu kita kelak.
Upaya yang bisa kita lakukan meliputi pemanfatan sumber daya air secara efisien dan bijaksana. Selanjutnya perlindungan dan pengelolaan secara hati-hati. Serta yang terakhir adalah perlindungan untuk jangka panjang.
Nah itu semua bias kita mulai dari diri kita sendiri. Mana mungkin kita akan menyadarkan umat di dunia, kalu kita sendiri tidak peduli. Kita tidak usah berfikir yang macam-macam dulu. Kita lakukan saja sesuatu yang sangat sederhana, yang bisa kita upayakan dari kehidupan sehari-hari kita. Misalnya gunakan air secara efisien saat kita mandi, ke toilet, memasak dsb. Hemat bro…….
Selanjutnya upaya minimal untuk melindungi kualitas air adalah dengan cara jangan membuang air limbah apapun ke sungai, apalagi limbah pabrik yang mana kandungan polutannnya haduuh………
Kalu berfikir lebih panjang lagi, sentuhan teknologi bisa menyempurnakan usaha kita yaitu dengan adanya mesin daur ulang limbah. Selain itu, sebenarnya kita juga bisa lho memanen air hujan saat musim hujan dan bisa gunakan saat di musim kemarau. Jadi kalau musim kemarau tidak kekeringan lagi.
Tapi kita sebagai orang awam tidak perlu berfikir yang macam-macam dulu. Sementara kita bertindak dan terus mempromosikan usaha konservasi air baik di dunia maya maupun dunia nyata. Penyuluhan memang sangat penting untuk masyarakat. Bagaimanapun juga pengetahuan akan mampu mengubah segalanya. Serta dukung terus upaya-upaya untuk penyediaan akses air bersih bagi mereka yang kesulitan ya kawan-kawan….. semangat!! Kebaikan alam, kebaikan hidup….



